Grafik dianggap objektif karena berbasis angka. Padahal pilihan desain dapat membuat perbedaan kecil terlihat dramatis atau tren besar terlihat datar. Desainer dan pembaca sama-sama perlu mengenali trik-trik visual ini.
01Sumbu y yang terpotong
Diagram batang dengan sumbu y yang dimulai dari angka selain nol dapat membuat perbedaan kecil terlihat sangat besar. Batang yang tampak dua kali lebih tinggi bisa saja hanya mewakili selisih beberapa persen.
Untuk diagram batang, sumbu sebaiknya dimulai dari nol. Grafik garis lebih fleksibel, tetapi skala tetap harus dicantumkan dengan jelas.
02Skala ganda
Grafik dengan dua sumbu y berbeda di kiri dan kanan dapat membuat dua tren tampak saling berkaitan, padahal skalanya bisa diatur sesuka hati. Hubungan visual semacam ini mudah disalahartikan sebagai sebab-akibat.
Jika perlu membandingkan dua variabel, pertimbangkan dua grafik terpisah dengan skala yang jelas.
03Efek tiga dimensi dan ikon
Diagram lingkaran tiga dimensi membuat irisan di bagian depan tampak lebih besar. Ikon yang diperbesar tinggi dan lebarnya sekaligus membuat perbedaan terlihat jauh lebih besar dari sebenarnya, karena luasnya bertambah berlipat.
Desain yang sederhana dan datar biasanya paling jujur.
04Memilih rentang waktu
Memotong grafik pada rentang waktu tertentu bisa mengubah cerita. Penurunan tajam dalam sebulan bisa tampak dramatis, padahal dalam rentang lima tahun hanya fluktuasi kecil.
Saat membaca grafik, periksa judul, sumbu, satuan, sumber, dan rentang waktu. Pertanyaan sederhana ini sudah cukup untuk menangkap sebagian besar grafik yang menyesatkan.
Sebelum percaya sebuah angka, tanyakan:
- Siapa sumbernya?
- Bagaimana diukur?
- Kapan dan di mana?
- Dibandingkan dengan apa?
Coba hitung perubahan persen dan CAGR dengan kalkulator data.
Catatan metodologi: artikel ini bersifat penjelasan (explainer). Angka yang muncul sebagai contoh dimaksudkan untuk ilustrasi perhitungan, bukan data resmi.
Menemukan kesalahan? Kirim koreksi ke [email protected].