Dasbor analitik toko online menampilkan banyak angka, dan pemula sering bingung harus memperhatikan yang mana. Sebagian metrik hanya enak dilihat, sebagian lagi benar-benar membantu mengambil keputusan. Mari kita pilah yang penting.
01Tingkat konversi
Tingkat konversi adalah persentase pengunjung yang melakukan pembelian. Jika dari 1.000 pengunjung ada 20 yang membeli, tingkat konversinya 2 persen. Metrik ini menunjukkan seberapa efektif toko mengubah kunjungan menjadi penjualan.
Bandingkan tingkat konversi per sumber trafik dan per produk untuk menemukan mana yang paling efektif.
02Bounce rate dan durasi kunjungan
Bounce rate menunjukkan persentase pengunjung yang pergi tanpa berinteraksi lebih lanjut. Angka tinggi bisa berarti halaman lambat, tidak relevan dengan iklan, atau tampilan di ponsel kurang nyaman.
Definisi bounce dapat berbeda antarplatform analitik, jadi bandingkan angka hanya dalam platform yang sama.
03Nilai rata-rata pesanan
Nilai rata-rata pesanan dihitung dari total pendapatan dibagi jumlah pesanan. Menaikkan angka ini, misalnya lewat paket bundel atau gratis ongkir di atas nominal tertentu, sering lebih murah daripada mencari pengunjung baru.
Pantau juga tingkat keranjang yang ditinggalkan untuk mengetahui hambatan di proses pembayaran.
04Hindari metrik kesombongan
Jumlah pengikut atau tayangan memang menyenangkan, tetapi belum tentu berdampak pada penjualan. Fokus pada metrik yang terhubung dengan tujuan bisnis.
Lakukan perubahan satu per satu, lalu amati dampaknya selama beberapa minggu. Mengubah banyak hal sekaligus membuat Anda sulit mengetahui apa yang benar-benar berpengaruh.
Sebelum percaya sebuah angka, tanyakan:
- Siapa sumbernya?
- Bagaimana diukur?
- Kapan dan di mana?
- Dibandingkan dengan apa?
Coba hitung perubahan persen dan CAGR dengan kalkulator data.
Catatan metodologi: artikel ini bersifat penjelasan (explainer). Angka yang muncul sebagai contoh dimaksudkan untuk ilustrasi perhitungan, bukan data resmi.
Menemukan kesalahan? Kirim koreksi ke [email protected].